Kriya bersama Couture Fashion Week New York dengan bangga mempersembahkan karya anak bangsa melalui karya terbaik yang dengan diwakili oleh 3 designer ternama: Silka Mitrasari, Dwika, dan Geraldus Sugeng. Sebagai bagian dari Couture Fashion Week yang ke-26, peragaan busana yang akan bertempat di Broadway Ballroom of the Crowne Plaza Times Square Manhattan, New York, Amerika Serikat, Jumat 8 September 2017.

Geraldus Sugeng adalah label busana untuk gaun pesta dan gaun pengantin yang dididirikan pada tahun 2000 oleh Geraldus Sugeng di Surabaya, Indonesia. Geraldus Sugeng mengawali dunia desain dari hobi melukisnya dan mendalaminya pendidikan desainnya pada tahun 1997 di sekolah mode Esmod, Jakarta. Beliau juga aktif menjadi anggota APPMI BPD JATIM serta mengikuti berbagai show di berbagai tempat seperti JFFF (Jakarta Food and Fashion Festival) dan Fashion Tendance 2007-2009, Fashion Show Exploration di Jakarta 2009 dan banyak terlibat dalam kegiatan fashion tanah air. Selain dunia desain, beliau juga menerbitkan dua buah buku berjudul Cocktail Dresses and Evening Gown serta The Essence of Elegance Modern Kebaya yang telah dicetak beberapa kali.

 

Silka adalah label busana muslim yang didirikan pada tahun 2013 oleh Silka Mitrasari. Keindahan bunga tak lepas dari ciri khas utama dari desain-desain busana Silka. Dalam mempromosikan labelnya, Silka Mitrasari sudah terlibat dalam beberapa peragaan busana baik di dalam Indonesia maupun skala internasional. Pada September 2016 lalu, beliau berpartisipasi pada peragaan busana di New York City yang diadakan oleh ASC New York Fashion Week. Hasil karya desain dari Silka sudah diakui dan diterima baik dari kalangan Indonesia maupun negara lain seperti Malaysia dan Amerika Serikat.

 

Dwika adalah label busana muslim yang didirikan pada tahun 1999 oleh Dwi Rahayu. Awalnya Dwika memfokuskan desainnya untuk kebutuhan perusahaan swasta maupun organisasi pemerintahan namun seiring berkembangnya waktu, Dwika memfokuskan desain untuk busana muslim khususnya wanita. Dwi Rahayu selaku penemu dan penggerak Dwika selalu menggunakan kain dengan bahan terbaik untuk koleksinya sebagai komitmennya dan ini terlihat dari bisnisnya yang berkembang dari kota-kota hingga seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Beliau telah menampilkan hasil karyanya pada beberapa peragaan busana sejak 2014, dan saat ini sudah memiliki beberapa butik di Indonesia dengan pelanggan yang terus berkembang.

Pada kesempatan ini Dwika akan berkolaborasi dengan Aqil Prabowo, seorang anak yang memiliki talenta yang luar biasa dan sangat menginspirasi walaupun baru berusia 12 tahun. Aqil sangat cinta untuk melukis dan iapun secara natural memiliki imaginasi yang tinggi. Di sisi lain, ia didiagnosa mengalami disleksia, sebuah keunikan yang justru memberikan tantangan lebih baginya untuk membaca dan menulis, namun talenta yang diberikan oleh Tuhan tidak terhalang karena hal ini ia lakukan dengan penuh kesabaran dan keceriaan meskipun menjalani terapi yang cukup panjang dan melelahkan. Tentunya dalam peragaan busana kali ini, karya aqil akan dituangkan dalam desain Dwika dan kolaborasi mereka akan ditampilkan dalam Couture Fashion Week New York.

Acara ini didukung oleh: