Traveling atau jalan-jalan memang menawarkan kesenangan yang berbeda dari aktivitas rekreasi lain di luar sana. Saat bad mood melanda kamu bisa saja merasa lebih baik setelah belanja, perawatan di salon, atau mengulik motor kesayangan di bengkel langganan. Tapi apakah kegiatan itu bisa meninggalkan kenangan?

Diakui atau tidak, hanya perjalanan yang mampu meninggalkan jejak mendalam yang tidak mudah dilupakan.

Dari pengalaman itu kamu bisa mengenal orang baru, mencoba hal-hal yang dulu kamu anggap tabu, sampai memperluas zona nyamanmu.

Apakah kamu salah satu pejalan yang kakinya selalu gatal untuk menginjak tempat baru? Kamukah orang yang merasa bahwa traveling bisa memberi warna baru pada hidupmu? Jika jawabannya“Iya”, kali ini kita dan akan memberikan travel hacks yang perlu kamu tahu supaya perjalananmu makin murah tapi tetap seru.

1. Hindari pergi di hari Sabtu, Minggu, Senin, atau saat Hari Libur Nasional. Karena saat itu semua orang ingin plesiran

1_92.jpg

Menetapkan waktu berangkat adalah langkah pertama yang paling krusial. Itinerary yang sudah tersusun rapi pun bisa kacau balau jika kamu berangkat di waktu yang salah. Agar perjalananmu terasa lebih nyaman dan bisa mendapatkan tiket murah, hindari pergi di akhir pekan, awal pekan, atau saat Hari Libur Nasional.

Di hari itu para pekerja yang mencari uang di luar kota pulang ke rumah demi bertemu keluarga. Saat Hari Libur Nasional semua orang punya jatah libur yang ingin dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Hasilnya, harga tiket mahal dan suasana di berbagai tempat wisata pun terasa tak nyaman.

Saat paling tepat untuk berangkat adalah di hari kerja dan di tengah minggu. Jadi mulai sekarang sesuaikan waktu cuti dan getawaymu dengan rumus ini, ya.

2. Demi tiket murah di tangan, bersahabat baiklah dengan aplikasi traveling yang infonya up to date setiap waktu

2_90.jpg

Kalau memang punya niat gigih untuk jalan-jalan, kebiasaan harianmu harus diubah mulai sekarang. Tinggalkan dulu kebiasaan mengecek ponsel untuk menengok mention di Path, Twitter, dan Instagram. Sebab sejak hari kamu mencanangkan niat untuk bisa jalan-jalan ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan.

Alih-alih sibuk mengecek notifikasi media sosial, alihkan perhatianmu ke aplikasi traveling yang mampu memberikan informasi soal harga tiket terbaru. Dengan begini kamu bisa mengetahui tawaran tiket promo yang harganya lebih miring, sampai program diskon yang ditawarkan oleh pihak aplikasi.

Tak perlu bingung harus memilih aplikasi apa, sebab sekarang sudah banyak aplikasi yang bisa kamu unduh. Aplikasi Traveloka, contohnya. Di sini kamu tak hanya bisa mengecek harga tiket dengan mudah, ada juga promo-promo menarik yang bisa membuat pengeluaran perjalananmu jadi lebih murah.

3. Light weight packing bisa tercapai asal kamu mau mencuci. Jadi kamu tak perlu bawa baju sesuai jumlah hari

3_94.jpg

Selama ini bagaimana caramu menentukan jumlah pakaian yang harus dibawa dalam setiap perjalanan? Menghitung berapa lama kamu pergi kemudian mengalikannya dengan 2 pakaian setiap hari? Atau justru asal memasukkan pakaian ke koper tanpa banyak perhitungan?

Sebenarnya kenyamanan dan murahnya biaya perjalanan juga sangat ditentukan oleh kelihaianmu packing barang bawaan. Coba deh mulai sekarang ubah paradigma bahwa jumlah baju yang dibawa harus ssesuai dengan lamanya kamu pergi.

Untuk pergi 7-14 hari kamu cukup membawa:

5 atasan

2 celana panjang (preferably bahan kargo yang ringan dan anti air)

1 celana pendek

Kalau kehabisan pakaian di tengah perjalanan gimana dong? Hehehe..nyuci dong guys! ‘Kan baju-bajumu bukan dari tisu, bisa dipakai lagi :p

4. Gulung saja seluruh baju, agar space kosong lebih luas di dalam tasmu

4_0.jpeg

Jangan melipat baju dengan rapi seperti saat kamu hendak memasukannya ke lemari. Justru cara paling oke untuk lightweight packing adalah dengan menggulung baju sebelum memasukkannya ke tas. Dengan menciptakan gulungan berdimensi silinder akan lebih banyak baju yang bisa kamu masukkan ke dalam tasmu. Plus, hasil packing-mu akan terasa jauh lebih compact.

5. Hoodie andalan jangan sampai ketinggalan. Dia bisa berubah jadi bantal selama perjalanan

5_4.png

Malas bawa traveling neck pillow yang harus ditiup itu? Hoodie andalanmu juga bisa kok dimanfaatkan untuk jadi bantal yang membuat perjalanan makin nyaman.

Cukup lipat hoodie-mu jadi menyerupai persegi panjang, kemudian bagi menjadi 3 bagian kecil. Bungkus seluruh lipatan dengan bagian kepala dari hoodie-mu. Voila! Bantal yang empuk pun sudah bisa tercipta dari jaketmu.

6. Masukkan sabun batangan ke dalam laundry bag-mu , biar tas atau koper tidak terkontaminasi aroma pakaian kotor

6_72.jpg

Satu hal yang sering bikin malas unpacking setelah perjalanan panjang adalah aroma lembab yang menguar dari baju kotor “oleh-oleh” trip kali itu. Seringnya, bahkan aroma ini tidak kunjung hilang walau tasmu sudah dicuci dan diangin-anginkan.

Sebenarnya hal ini bisa dicegah, kok. Setiap kali hendak memasukkan pakaian kotor ke dalam tas, berikan sabun batangan ke dalam wadah pakaian kotormu. Kamu bisa menggunakan sabun hotel yang sering diberikan secara cima-cuma, atau membeli sabun murah yang harganya tak sampai 5 ribu perak.

7. Demi kewarasan, letakkan charger dan seluruh kabelmu dalam tempat kacamata. Kamu tak lagi harus membongkar tas untuk menemukan mereka

7_60.jpg

Salah satu kejadian yang bisa masuk kategori “tragedi perjalanan” adalah saat kita kehilangan charger ponsel atau kabel data. Karena bentuknya yang kecil dan seragam, barang yang satu ini memang riskan hilang.

Agar tragedi ini tidak terjadi, pun tidak harus membuatmu membongkar tas sampai ke bagian bawah setiap membutuhkan charger — coba deh masukkan piranti charging-mu itu ke tempat kacamata yang sudah tidak terpakai.

Dijamin, kewarasan karena yakin baterai gadget selalu aman akan kamu rasakan.

8. Biar tak ada yang bermuram durja — jangan lupa bawa “Colokan T” atau “Rol Kabel” yang berfungsi dewa

8_41.jpg

Langkanya colokan di stasiun, bandara, atau hotel tempatmu menginap bisa jadi sumber masalah saat sedang group traveling. Semua orang ingin mengisi daya gawainya, tapi jumlah colokan yang terbatas membuat paralel charging tak bisa dilakukan.

Kalau begini, kenapa tidak bawa colokan T saja? Dengan colokan T atau steker cabang tiga kamu bisa mengisi daya gawaimu sekaligus, bersama-sama. Tidak harus saling tunggu atau rebutan siapa yang boleh colok charger duluan.

9. Bosan dibilang pelit karena tidak bagi-bagi buah tangan? Foto polaroid bisa jadi oleh-oleh unik yang tak menggerogoti kantungmu

9_26.jpg

Suka bosan gak sih dimintai oleh-oleh setiap hendak melakukan perjalanan? Bahkan orang yang tak dikenal dekat pun bisa dengan entengnya minta buah tangan. Kalau nanti pulang tanpa bawa oleh-oleh dibilang pelit, tapi kalau beli oleh-oleh juga pakai uang siapa?

Daripada urusan oleh-oleh membuat perjalananmu terasa kurang nyaman, kenapa tidak menjadikan foto polaroid sebagai buah tangan? Cukup bermodal kamera polaroid (milikmu sendiri atau pinjaman), plus kertas polaroid yang harganya cukup terjangkau — kamu sudah bisa membagikan hasil fotomu dari sepanjang perjalanan.

Agar lebih menyentuh, pilih objek yang sesuai dengan kepribadian orang yang akan kamu beri foto. Walau dia tidak di sisimu sepanjang perjalanan paling tidak dia bisa melihat apa yang matamu tangkap di sana. Bukankah oleh-oleh ini jauh lebih berharga dari gantungan kunci?

Jadi, tunggu apa lagi? Kenapa tidak sekarang kamu mulai mempersiapkan perjalanan yang memperkaya diri?

Apakah menurutmu travel hacks yang kita berikan ini cukup layak dicoba? Atau kamu ingin membagikan trik-trikmu yang lebih keren? Bagikan saja di kolom komentar, ya!